Yuk Mengenal Maryam Ibunda Nabi Isa

Mengenal lebih jauh dengan sosok tauladan dan sangat mulia di hadapan Allah, menjadi sebuah kegiatan yang begitu menyenangkan. Salah satu sosok wanita yang bisa menjadi tauladan para pengikut Nya, yaitu Siti Maryam. Ketika mengenal Maryam Ibunda Nabi Isa,berbagai hikmah dapat dipetik dari perjalanan hidupnya. Namanya terdapat di salah satu surah di Al Qur’an, yuk intip biografi sang ibunda kesayangan Nabi Isa AS.

Wanita Suci Pilihan Allah SWT

Berdasarkan kisahnya, Siti Maryam memang dikenal sebagai sosok wanita yang suci dan terbaik sepanjang masa. Bahkan  di dalam Al Qur’an, disebutkan bila Maryam merupakan seorang wanita suci dan ia merupakan wanita pilihan Allah. Apa yang membedakan antara Maryam dengan wanita lainnya ? Tampaknya di dalam Al Qur’an juga telah disebutkan bila Maryam adalah sosok wanita yang begitu mulia.

Kemuliaan dirinya berasal dari dirinya sendiri, yang selalu menjaga diri dari perbuatan buruk serta menjaga kesucian lahir dan batin. Jika dilihat dari latar belakangnya, Maryam merupakan putri dari pasangan Imran (seorang tokoh ulama Bani Israel) dengan seorang perempuan yang diketahui sebagai saudara ipar Nabi Zakaria AS. Bahkan di lingkungan sekitarnya, sosok wanita mulia ini dikenal sabar serta tawakal beribadah kepada sang penciptanya.

pexels.com

Keinginan Kedua Orang Tua Untuk Mendapatkan Anak

Sebelum mengenal Maryam Ibunda Nabi Isa, Imran beserta istrinya adalah sepasang suami istri yang telah menikah lama namun tak kunjung dikaruniai buah hati. Sehingga pasangan ini pun tak hentinya meminta kepada sang kuasa, mulai dari siang malam hanya untuk mendapatkan buah hati yang mereka tunggu. Hingga pada suatu ketika, mereka bernazar ingin mendapatkan anak laki laki yang nantinya akan mengabdikan dirinya di Baitul Maqdis.

Mendengar doa dari hambanya, kemudian Allah mengabulkan permintaan tersebut. Mendengar doanya telah didengar oleh sang kuasa, mereka pun begitu bahagia. Belum sempat melihat buah hati yang begitu ditunggunya lahir di dunia, Imran kemudian meninggal dunia. Tinggal sebagai seorang janda, ia sang istri pun melahirkan anaknya ke dunia tanpa didampingi sang suami. Sempat merasa kecewa, sebab anak yang dilahirkannya berjenis kelamin perempuan.

Bagaimanapun, sang bayi yang telah dilahirkannya tetaplah anak kandungnya. Hannah pun tetap menerimanya dengan lapang dada, dan merawatnya dengan begitu baik sesuai dengan perintah Allah SWT. Pada suatu malam, Hannah pun mengantarkan bayi kesayangannya ke Baitul Maqdis seperti serta menyerahkannya kepada pendeta sesuai nazarnya dahulu. Hal ini dilakukannya, agar ia tumbuh menjadi hamba yang mengabdi nan berdakwah di jalan Allah.

Siapa sangka, pendeta yang berada di lokasi berebut untuk mengasuh sang bayi. Timbulnya aksi saling berebut, diantaranya tidak ada yang ingin mengalah hingga mereka pun membuat kesepakatan. Dimana isi kesepakatan tersebut, mereka akan menggelar permainan membuang pensil ke dalam sungai. Pemilik pensil yang tidak tenggelam, berhak untuk mengasuh sang bayi mungil tersebut. Dari sinilah awal mula untuk mengenal Maryam Ibunda Nabi Isa.

Menang dalam permainan melempar pensil, Maryam pun akhirnya dirawat oleh pamannya sendiri yang bernama nabi Zakaria. Bahkan Nabi Zakaria, merawat Maryam dengan begitu baik dan seakan seperti anaknya sendiri. Beberapa waktu pun telah berlalu Maryam kini telah tumbuh menjadi wanita jelita, berhati mulia, berbudi pekerti yang baik, serta selalu menjaga dirinya dari berbagai godaan laki laki.

pexels.com

Menjadi Pribadi yang Mampu Menjaga Diri

Meski tumbuh menjadi wanita dewasa yang anggun nan cantik, tidak membuat Maryam menjadi pribadi yang mudah digoda oleh para lelaki. Dirinya pun bukanlah pribadi yang pernah menggoda, ataupun merayu banyak lelaki di lingkunngannya. Termasuk golongan wanita mulia yang taat beribadah, Maryam selalu menjaga pergaulannya sembari  menjaga kesucian dirinya.

Ketaatan kepada sang pencipta, menjadi titik awal masyarakat mengenal Maryam Ibunda Nabi Isa. Sebab pernah suatu ketika, Nabi Zakaria AS tak sengaja menemukan sebuah makanan di kamar Maryam, dimana makanan tersebut harusnya tidak ada di musim tersebut. Melihat adanya kejanggalan, akhirnya beliau menanyakan perihal tersebut kepada Maryam. Mendengar pertanyaan pamannya, Maryam lantas menjawabnya dengan penuh sopan santun nan kejujuran.

Dimana saat itu Maryam mengatakan bila, sesungguhnya Allah memberikan rezeki kepada orang yang dikehendaki Nya tanpa adanya hisab (QS. Ali Imran. 33). Ternyata kemuliaan Maryam tak sampai disana saja, sebab dirinya telah menjelma menjadi sesosok wanita yang begitu diagungkan di mata Allah. Dimana Allah SWT kemudian meniupkan janin ke perut Maryam, yang membuatnya kemudian hamil.

Jika dipikirkan secara rasional, tidak mungkin seorang wanita yang tidak menikah ataupun tidak pernah melakukan hubungan badan akan berbadan dua. Namun jika Allah sudah menghendakinya, maka apa yang awalnya mustahil terjadi justru mungkin terjadi. Dengan ditiupnya janin ke dalam rahimnya, awal mula untuk mengenal Maryam Ibunda Nabi Isa pun dimulai.

Kian bertambahnya usia kandungan, banyak orang yang kemudian membenci dan menghinanya lantaran hamil tanpa memiliki suami. Mendengar segala caci maki orang sekitarnya, tampaknya Maryam tetap sabar dan tawakal mengenai apa yang terjadi kepadanya merupakan kehendak dari Tuhan Nya. Sebab, hal ini mungkin saja terjadi sebagai jalan terbaik yang diberikan Allah.

Terus menjaga agar kondisi kandungannya tetap baik, ia pun tidak lupa untuk selalu tawakal untuk menjalankan ibadahnya seperti hari biasanya. Hingga pada akhirnya, dirinya pun melahirkan seorang putra, yang ternyata tak kalah mulia seperti ibundanya yang dikenal sebagai Nabi Isa AS. Bahkan ketika sang anak lahir, berbagai tudingan akan zina datang silih berganti. Mendengar tudingan tersebut, nampaknya Maryam tak ingin menjawabnya.

Meski tak ingin menjawab berbagai tudingan kepadanya, ia justru mengisyaratkan agar orang orang bertanya langsung kepada Isa Almasih. Masyarakat pun berkata, bagaimana mungin mereka berbicara dengan seorang anak bayi yang baru saja dilahirkannya. Seizin dari Allah, Isa kemudian berbicara sebagaimana yang telah tercantum dalam Al Qur’an. Sejak saat itu, masyarakat pun mengenal Maryam Ibunda Nabi Isa sebagai sosok yang begitu mulia.

Sebagai salah satu tauladan wanita di sepanjang sejarah, kisah Siti Maryam hingga kini masih diceritakan secara turun temurun. Bahkan di dalam Al Qur’an sendiri, Maryam dianggap sebagai sesosok wanita yang begitu suci. Selain Maryam, ternyata ada sosok wanita bernama Yoyoh Yusroh yang banyak dikagumi oleh masyarakat. Selain sebagai pendiri PKS, dirinya juga aktif menjadi anggota Dewan Pakar ICMI di tahun 2005 hingga 2010.

Hanya Orang Inilah Yang Diwajibkan Untuk Haji Dan Umroh!

Haji dan umroh sudah menjadi keinginan setiap kaum muslimin di penjuru dunia. Meskipun demikian, tidak semua orang memiliki kewajiban yang sama untuk menunaikannya. Lalu, siapa sebenarnya yang dianjurkan untuk melaksanakannya?

Haji sendiri hukumnya wajib. Sementara umroh hukumnya sunnah. Tetapi keduanya memiliki syarat wajib yang sama.

Apabila salah satu syarat tidak terpenuhi, gugurlah kewajiban atau kesunnahan dalam melaksanakannya. Diantaranya adalah mukallaf, muslim, berakal dan mampu.

Definisi Mampu Dalam Syarat Wajib Haji

pixabay.com

Mampu di sini bukan hanya sekedar finansial saja. Ada kategori lain yang melibatkan kata mampu. Yang artinya, kesemua kategori ini saling berkaitan sehingga membuat Anda diwajibkan untuk melaksanakannya.

Ditinjau dari segi hukum fiqih, syarat mampu ini terbagi menjadi 3. Kesemuanya harus saling berkaitan. Jika salah satunya tidak terpenuhi, orang tersebut dianggap belum mampu.

  1. Finansial

Sejauh ini, masyarakat Indonesia memiliki kesempatan yang sama. Mereka memiliki cukup banyak dana untuk membiayai perjalanan menuju ke sana. Apalagi ada trend baru dalam melaksanakannya. Yakni melakukan perjalanan haji/umroh ala backpacker.

Namun yang paling banyak, masyarakat cenderung mengikuti ibadah haji/umroh secara bersamaan di dalam wadah yang sama. Mengenai biaya umroh ataupun haji, masyarakat tinggal melunasinya di travel tour.

Masyarakat punya kemampuan dalam hal finansial. Pasalnya, mereka semua telah bekerja dan kebanyakan memiliki penghasilan yang layak. Jika dikumpulkan setelah hasil pemotongan kebutuhan hidup, biayanya masih tersisa dan terkumpul untuk keberangkatan.

Kemampuan inilah yang membuat Anda sudah memenuhi kategori pertama. Tapi Anda masih perlu memperhatikan kategori lainnya. Artinya, kategori yang menjadi pelengkap dari syarat mampu bagi kaum muslimin dalam menjalankan ibadah haji.

  1. Keamanan Perjalanan

Kemampuan dalam membiayai perjalanan tidaklah cukup untuk memenuhi syarat wajib haji. Mampu di sini masih berkaitan dengan kondisi di dalam perjalanan. Contohnya  adalah keamanan.

Ketika perjalanan ke tanah suci mengalami permasalahan serius seperti konflik, Andapun dikatakan belum memenuhi syarat tersebut. Anda perlu menunda perjalanan. Tentunya sampai waktu yang dinilai aman untuk menjalankan ibadah tersebut.

Tidak hanya itu saja, durasi menunggu yang diberlakukan oleh pemerintah juga masuk dalam kategori ini. Karena kenyataannya, Anda butuh beberapa tahun sampai akhirnya berangkat sesuai jadwal.

  1. Kemampuan Fisik

Tidak dipungkiri bahwa niatan orang untuk menyempurnakan rukun islam sangatlah besar. Biaya umroh maupun haji sudah dimiliki, amannya jalanpun sudah, tapi kendalanya adalah kesehatan.

Orang tersebut nyatanya tidak memiliki kemampuan fisik yang baik. Misalnya menderita sakit parah yang bila dipaksakan akan merenggut nyawanya. Kondisi inipun dianggap sebagai bagian dari kurang sempurnanya kategori mampu dalam syarat wajib haji.

Berbeda jika seseorang hanya sakit biasa. Bila berada di tanah suci, seseorang kuasa untuk menahannya. Maka seseorang sudah cukup dikatakan mampu sehingga memiliki kewajiban yang sama untuk menunaikannya.

Jamaah Meninggal Sebelum Keberangkatan

pixabay.com

Haji dan umroh adalah panggilan Tuhan agar seseorang membelanjakan hartanya untuk menunaikan ibadah tersebut. Ketika seseorang telah memenuhi syarat wajibnya, maka seseorang wajib untuk melaksanakannya.

Tetapi ada kondisi dimana seseorang telah mendaftar di biro perjalanan haji, kemudian seseorang meninggal sebelum berangkat. Apa yang sebaiknya dilakukan?

Apabila kondisi ini terjadi, yang perlu dicermati adalah waktu. Seseorang dikatakan mampu bila tidak ada kendala dalam perjalanan. Pada kasus ini, seseorang dinilai masih belum mampu untuk melaksanakan haji lantaran terkendala oleh waktu perjalanan.

Seseorang dianggap gugur untuk melaksanakannya. Artinya, seseorang tidak ada kewajiban untuk melaksanakannya ketika meninggal sebelum waktu keberangkatan.

Berbeda jika seseorang sudah terdaftar dan siap berangkat tapi tidak memutuskan untuk berangkat. Contohnya adalah menunggu musim depan agar bisa bareng dengan keluarga.

Ketika orang tersebut meninggal sebelum musim haji berikutnya, orang tersebut masih menanggung kewajiban untuk melaksanakannya. Agar seseorang bisa melaksanakannya, keluarga yang ditinggalkan sebaiknya mewakilkan hajinya.

Haji badal ini dilakukan untuk membayar kewajiban yang ditanggung oleh orang yang telah meninggal tadi. Bila tidak dilaksanakan, seseorang akan menanggung kewajiban dan harus mempertanggung jawabkannya di akhirat nanti.

Menyadari akan hal ini, bila Anda sudah mampu untuk melaksanakannya, segeralah untuk menunaikannya. Jangan tunda dengan alasan apapun. Karena itu adalah kewajiban Anda untuk menyempurnakan rukun islam yang kelima.

Kesimpulannya, syarat mampu ini meliputi kemampuan finansial, fisik, dan aman tidaknya kondisi perjalanan. Jika kesemuanya sudah terpenuhi bersama syarat wajib lainnya, Anda baru dikatakan memiliki kewajiban untuk menunaikan ibadah haji dan umroh.

Sejarah Masjid Cheng Ho di Surabaya

Masjid Cheng Hoo merupukan Masjid yang memiliki nuansa Muslim dan Cina yang berada di Surabaya. Masjid ini berada kurang lebih 1.000 m di utara Gedung Balai Kota Surabaya. Masjid ini didirikan oleh perintah dari prakarsa Penatua dan juga penasihat, manajemen Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho, dan administrator PITIIndonesiadari Jawa Timur.

Sebenarnya masjid bernama Cheng Ho tidak hanya ada di Surabaya saja. Masjid ini juga terletak di Kutai Kartanegara, Banyuwangi, Palembang, Purbalinggga dan di Batam. Akan tetapi masjid ini dibangun pertama kali di Surabaya.

Muhammad Cheng Ho juga merupakan salah satu tokoh masyarakat Tionghoa dari Surabaya. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 2001 dengan peletakan batu pertama pada tanggal 15 Oktober. Tanggal ini bersamaa puila dengan peringatan Isra ‘Mi’raj Nabi Muhammad. Sedangkan pada tanggal 10 Maret 2002 dilakukan pembangungan dan telah mulai resmi dibuka pada 13 Oktober 2002 untuk umum.

Masjid Cheng Ho memiliki nama lain yaitu Masjid Muhammad Cheng Ho. Masjid ini merupakan masjid yang didesain memiliki bangunan yang mirip dengan candi atau rumah ibadah yang bernama Tri Dharma. Masjid ini sebagian besar berwarna merah, kuning, dan hijau. Ornamennya dari masjid ini kaya akan pengaruh Tiongkok kuno. Pintu masuk masjid memiliki bentuk yang mirip dengan pagoda.

Dalam masjid ini juga terdapat relief singa dan juga relief naga yang terbuat dari lilin. Di relief tersebut juga terdapat tulisan berbentuk “Allah” yang ditulis di bagian atas pagoda dalam huruf Arab. Nama masjid ini diberi sebagai bentuk penghormatan terhadap Zheng, seorang Muslim Laksamana yang berasal dari Tiongkok. Selama perjalanannya ke Asia Tenggara.

unsplash.com

Selama perjalanannya, Zheng tidak hanya berdagang dan berteman saja, namun ia juga juga menyebarkan agama Islam. Agama Islam ia percaya sebagai salah satu agama yang akan menuntun ia ke surga. Hal inilah yang membuat ia yakin dalam menyebarkan agama Islam.

Catatan sejarah menggambarkan bagaimana legenda Dinasti Ming Cheng Ho, juga dikenal sebagai Zheng Ho, memulai pelayaran dunia dengan 30.000 tentara, pejabat, akuntan, pedagang, tabib, peramal dan juru bahasa untuk memajukan perdagangan, eksplorasi dan diplomasi serta untuk bertukar ilmiah dan pengetahuan budaya.

Cheng Ho membawa beberapa misi untuk melakukan perjalanan ke daerah -daerah yang berada di bagian kawasan Asia Tenggara. Beberapa misinya yang ingin dilakukan oleh Laksamana Cheng Ho ini yaitu menjalin persahabatan, berdagang, dan juga untuk menyebarluaskan ajaran agama Islam di Asia Tenggara.

Masjid Muhammad Cheng Ho yang ada di Surabaya ini didirikan di atas tanah dengan luas  21 x 11 meter persegi. Masjid ini memiliki luas bangunan yaitu 11 x 9 meter persegi. Masjid Muhammad Cheng Hoo pada bagian atas bangunan utama memiliki delapan sisi. Angka atau ukuran yang memiliki makna nomor 11 adalah ukuran Ka’bah ketika pertama kali dibangun.

unsplash.com

Masjid Muhammad Cheng Ho yang berasa di Surabaya ini dapat menampung kurang lebih sekitar 200 jamaah. Masjid Niu Jie yang ada di Beijing yang dibangun pada tahun 996 Masehi menjadi inspirasi dari Arsitektur Masjid tersebut. Pengaruh masjid Niu Jie dapat dilihat dari desain bagian atas, atau atap utama, dan mahkota masjid. Sisanya merupakan kombinasi arsitektur Timur Tengah dan budaya Jawa lokal.

Arsitektur Masjid dengan nama Cheng Ho ini terinspirasi oleh Masjid Niu Jie (Ox Street) di Beijing yang dibangun pada 996 Masehi. Pengaruh masjid Niu Jie dapat dilihat dari desain bagian atas, atau atap utama, dan mahkota masjid. Sisanya merupakan kombinasi arsitektur Timur Tengah dan budaya Jawa lokal.

Masjid ini menjadi salah satu masjid mewah yang berada di Surabaya. Desain yang dimiliki masjid ini menajdi daya tarik sendiri. Ini membuat masjid menjadi unik. Desain mewah dari masjid ini juga didukung dengan pemasangan karpet yang bagus dan berkualitas.

Karpet mejadi salah satu unsur yang penting di dalam sebuah masjid. Hal ini dikarenakan karpet di dalam masjid menjadi alas dalam sujud. Karpet yang nyaman akan membuat ibadah menjadi lebih lama dan tidak terganggu. Kualitas karpet memang dapat dilihat dapat harga karpet masjid itu sendiri.

unsplash.com

Ada beberapa tips yang dapat dijadikan patokan untuk memilih karpet yang bagus dan berkualitas. Salah satunya yaitu memperhatikan harga karpet masjid yang akan dipasang. Harga ini memang penting sebab jika sebuah karept yang diinginkan tidak sesuai dengan budget yang dimiliki maka akan sangat merepotkan.

Hal kedua yaitu melihat kualitas karpet. Harga yang pantas akan sangat mungkin berbanding lurus dengan kualitas dari sebuah karpet. Tips ketiga yaitu memperhatikan ukuran karpet yang akan dipasang di masjid. Ukuran yang pas dan cocok akan sangat diperlukan sebelum membeli karpet masjid. Seperti halnya ukuran yang cocok pada masjid bernama Cheng Ho yang ada di Surabaya tersebut.